Selasa, 18 Januari 2011

Apa itu Teknik Industri ?

Teknik Industri adalah salah satu cabang ilmu keteknikan baru yang lahir pada awal abad ke-20. Keilmuan baru ini dikembangkan untuk mengatasi permasalahan yang semakin kompleks yang terjadi akibat pesatnya perkembangan industri pasca revolusi industri. Kompleksitas masalah tersebut sudah tidak dapat dipecahkan secara parsial oleh para insyiyur yang memiliki keahlian spesifik, misalnya insyiyur mesin yang ahli di bidang mekanis dan insyiyur sipil yang ahli di bidang infrastruktur statis saja. Oleh karena itu, muncul gagasan untuk mengembangkan sebuah disiplin baru yang memandang permasalahan perindustrian secara komprehensif.

Embrio teknik industri diyakini berawal pada pada masa Adam Smith (1776). Pemikiran mengenai pembagian kerja secara spesifik diketahui dapat meningkatkan keahlian spesial pekerja, sehingga didapatkan peningkatkan output kerja. Selanjutnya, Charles Babbage (1832) menyumbangkan pemikiran mengenai perhitungan gerak dan waktu untuk mendapatkan metode operasi manufaktur yang paling ekonomis. Lalu, Henry Towne (1886) berkontribusi berupa pemikiran bahwa pada setiap keputusan yang diambil, seorang perekayasa harus mempertimbangkan seberapa besar profit yang dapat diterima perusahaan.

Kelahiran teknik industri dibidani oleh Frederick W. Taylor (1856-1915) dan ditandai dengan adanya penerbitan buku Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Pendekatan ilmiah berupa pengukuran waktu dan gerak (time and motion study) digunakan untuk mendesain standar operasi kerja dan standar pengupahan. Output yang dihasilkan adalah efisiensi kerja yang didapat dari penggunaan standar operasi kerja, serta sistem pengupahan yang adil berdasarkan kontribusi yang diberikan oleh pekerja. Prinsip-prinsip scientific management adalah sistem operasi kerja yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas kerja, sistem pengupahan yang adil sehingga dapat meningkatkan semangat kerja karyawan, dan sistem pengendalian mutu.

Teknik Industri dikembangkan untuk mengatasi problem secara terintegrasi, yaitu dengan penguasaan secara menyeluruh terhadap perancangan, perbaikan, dan instalasi dari sistem yang terdiri manusia, mesin, material, informasi, dan energi untuk meningkatkan produktivitas kerja dan meningkatkan efisiensi operasi kerja.

Penyelesaian masalah secara komprehensif memerlukan pengetahuan dan ketrampilan yang baik di bidang Matematika, Fisika, Ilmu Sosial, beserta pengetahuan tentang Prinsip Engineering, Metode Analisis Engineering, dan Perancangan (Desain), sehingga dapat mengelaborasi permasalahan, memprediksi masalah yang akan terjadi, dan mengevaluasi pada sebuah permasalahan sistem industri.

Menurut disiplin ilmu Teknik Industri, permasalahan sistem industri dapat dielaborasi dengan dua macam macam, yaitu Human Activity System dan Management Control System. Human Activity System adalah cara untuk mengatasi permasalahan yang terkait segala aspek fisik pada aktivitas kerja, baik dari sisi perancangan sistem maupun pengoperasian sistem. Perancangan Sistem terdiri dari analisis permintaan pasar, kemudian penentuan jenis produk yang akan diproduksi beserta perancangan proses produksinya, lalu penentuan kapasitas produksi, pemilihan lokasi, hingga perancangan detail tata letak fasilitas produksi. Selanjutnya, Pengoperasian Sistem merupakan tata cara yang menjelaskan bagaimana seharusnya produksi dijalankan, misalnya penjadwalan produksi, material handling, dan tata cara pengoperasian mesin. Sedangkan, Management Control System memiliki konsentrasi pada pembuatan perencanaan (planning), metode pengukuran (measuring), dan tata cara pengontrolan (controlling) pada setiap aktivitas kerja dengan tujuan untuk memastikan agar Human Activity System yang telah didefinisikan dapat dijalankan dengan baik.

Disiplin Teknik Industri memiliki obyek telaah yang terbentang luas dari tingkat stasiun kerja, manufaktur (fasilitas produksi), perusahaan, hingga sistem produksi. Bidang keilmuan yang digeluti adalah Ergonomi, Production Planning and Control, Quality Control, Operational Research, Lay Out Design, Management, hingga Policy Making. Bidang keilmuan Teknik Industri masih terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi hingga saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar